BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 08 JULI 2025 • 03:56 WIB

Penganiayaan Driver ShopeeFood di Sleman: Tiga Tersangka Ditetapkan

Kasus penganiayaan yang melibatkan seorang driver ShopeeFood dan pelanggannya di Sleman, Yogyakarta, telah mengalami perkembangan signifikan dengan penetapan tiga tersangka. Insiden ini berawal dari keterlambatan pengantaran pesanan yang tidak sesuai harapan pelanggan.

Latar Belakang Insiden

Insiden ini terjadi pada 3 Juli 2025, ketika pelanggan bernama TTW memesan kopi melalui aplikasi ShopeeFood. Pesanan yang seharusnya tiba tepat waktu ternyata mengalami keterlambatan yang cukup signifikan.

TTW, yang bekerja sebagai staf admin pelabuhan, merasa sangat kecewa dan marah ketika pesanan kopi baru tiba setelah beberapa jam, memicu kemarahan yang tidak terelakkan. Ia pun meluapkan emosinya dengan memprotes dan menyerang AML, pacar driver yang membantu pengiriman di lokasi kejadian.

Situasi semakin memanas ketika TTW dan keluarganya melakukan tindakan kekerasan terhadap AML, memperparah keadaan yang sudah tegang di lokasi.

Klarifikasi dan Tindakan Polisi

Awalnya, Ketua RT setempat, Nur Salim, memberikan informasi yang kurang tepat mengenai waktu kedatangan pesanan. Ia kemudian merevisi keterangan tersebut, mengakui bahwa keterlambatan pengantarannya hanya berkisar antara lima hingga enam puluh menit.

Dalam penyelidikannya, ShopeeFood menjelaskan bahwa keterlambatan pengiriman yang sebenarnya hanya berlangsung selama delapan menit. Hal ini disampaikan oleh Rizkyandi Ramadhan, Head of Business Development ShopeeFood Indonesia, yang menjelaskan bahwa lambatnya pengiriman disebabkan oleh kondisi lalu lintas yang padat.

Pihak kepolisian Polresta Sleman akhirnya menetapkan tiga tersangka, yaitu TTW, RTW, dan RHW, yang terlibat langsung dalam penganiayaan yang dialami oleh AML saat mereka melampiaskan kemarahan akibat ketidakpuasan terhadap layanan yang diterima.

Reaksi Pihak Terkait

Menyusul insiden ini, ShopeeFood menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kekerasan yang menimpa mitra pengemudi mereka. Perusahaan tegas menolak segala bentuk kekerasan dan berkolaborasi dengan pihak kepolisian dalam proses penyelidikan.

Rizkyandi Ramadhan mengungkapkan, ‘ShopeeFood sangat menyayangkan dan prihatin atas insiden yang menimpa mitra pengemudi kami di Yogyakarta pada 3 Juli 2025.’

Dalam pernyataan resmi, ShopeeFood juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menjaga situasi tetap kondusif selama proses hukum berlangsung, demi menghormati jalannya penyelidikan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Penganiayaan Driver ShopeeFood di Sleman: Tiga Tersangka Ditetapkan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!