BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 03 AGUSTUS 2025 • 06:55 WIB

BMKG Peringatkan Risiko Gempa Besar di Dua Zona Megathrust Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan bahwa dua zona Megathrust di Indonesia dapat memicu gempa besar dalam waktu dekat. Zona yang diidentifikasi adalah Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut, yang telah lama tidak mengalami aktivitas gempa signifikan.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa energi yang terkunci di kedua zona tersebut terus meningkat dan berpotensi menyebabkan dampak yang sangat besar jika dilepaskan. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan bencana tersebut.

Peringatan tentang Kehadiran Gempa Megathrust

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai bagian dari kawasan Cincin Api Pasifik, memiliki kerentanan tinggi terhadap bencana gempa dan tsunami. Daryono menegaskan bahwa kedua zona Megathrust, yakni Selat Sunda dan Mentawai-Siberut, belum mengalami gempa selama beberapa abad, meningkatkan risiko terjadinya gempa besar.

Baru-baru ini, Nias Barat mengalami gempa berkekuatan M5,2 yang dihubungkan dengan aktivitas di zona Mentawai-Siberut. Daryono menjelaskan bahwa gempa ini merupakan gempa dangkal akibat pergerakan Lempeng Indo-Australia yang bertabrakan dengan Lempeng Eurasia.

Risiko Tsunami dan Dampak Gempa

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga memperingatkan mengenai potensi tsunami yang dapat disebabkan oleh pelepasan energi di zona subduksi selatan Jawa Barat. Jika Megathrust di Pangandaran mengalami gempa, gelombang tsunami diperkirakan bisa mencapai ketinggian 20 meter dan berdampak luas, termasuk wilayah Jakarta.

Nuraini Rahma Hanifa dari BRIN menyatakan bahwa tsunami di pesisir Banten diprediksi akan mencapai ketinggian antara 4 hingga 8 meter. Sedangkan Jakarta diperkirakan akan merasakan tsunami setinggi minimal 1 meter yang akan datang sekitar 2,5 jam setelah terjadinya gempa.

Langkah Mitigasi dan Persiapan Masyarakat

BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada meskipun belum ada kepastian kapan bencana tersebut akan terjadi. Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG, menjelaskan bahwa mitigasi dan edukasi sangat penting agar masyarakat dapat bersiap menghadapi potensi gempa dan tsunami.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG telah menempatkan sensor peringatan dini di zona megathrust dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur, seperti jalur evakuasi dan sistem peringatan dini. Mereka juga berkolaborasi dengan Indian Ocean Tsunami Information Center untuk memberikan edukasi kepada 25 negara di Samudra Hindia mengenai risiko bencana tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

BMKG Peringatkan Risiko Gempa Besar di Dua Zona Megathrust Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!