BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 03 AGUSTUS 2025 • 15:30 WIB

Relokasi Pedagang Burung di Jakarta: Upaya untuk Kepentingan Publik

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa para pedagang burung di Jalan Barito telah sepakat untuk direlokasi. Pernyataan ini disampaikan Pramono saat menghadiri parade JWFF 2025 di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Dalam keterangannya, Pramono menyebutkan bahwa relokasi tersebut bertujuan untuk kepentingan publik dan para pedagang telah menandatangani kesepakatan untuk segera pindah.

Proses Relokasi Pedagang

Pramono Anung menjelaskan bahwa proses relokasi ini tidak semata-mata untuk kepentingan individu tetapi demi kesejahteraan publik. Ia menegaskan bahwa para pedagang di Barito sudah siap untuk pindah kapan saja, sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.

“Mereka sudah menandatangani itu karena memang, ini kan bukan untuk kepentingan perseorangan, ini kepentingan publik,” ujar Pramono.

Relokasi ini menjadi penting dalam rangka proyek penggabungan Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser. Menurut Pramono, area tersebut perlu dibersihkan supaya proyek ini bisa berjalan dengan baik dan menjadi milik pemerintah DKI Jakarta.

Pendekatan Persuasif untuk Relokasi

Gubernur Pramono telah memberikan arahan kepada Wali Kota Jakarta Selatan untuk bernegosiasi dengan para pedagang sebagai langkah persuasif. Proses komunikasi yang baik diharapkan dapat menemukan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

Pramono menjelaskan, “Saya sudah sampaikan ke Wali Kota Jakarta Selatan untuk dilakukan negosiasi, duduk bersama, ditawarkan alternatif mereka dipindahkan di mana, supaya mereka tetap bisa menjual burung tetapi tidak di tempat itu.”

Upaya ini menunjukkan keinginan pemerintah untuk memfasilitasi pedagang dalam beradaptasi dengan situasi baru tanpa merugikan mereka.

Kawasan Terintegrasi Taman Bendera Pusaka

Sebagai bagian dari proyek ini, Pemprov DKI Jakarta berencana menggabungkan ketiga taman di bawah nama ‘Taman Bendera Pusaka’. Meskipun sebelumnya nama ‘Taman ASEAN’ direncanakan, nama tersebut dibatalkan akibat masalah birokrasi.

“Iya (Bukan Taman ASEAN). Untuk seandainya Taman ASEAN, karena waktunya harus tahun ini kita kejar, perlu birokrasi yang panjang, perlu persetujuan antarnegara,” jelas Fajar mengenai alasan perubahan nama.

Taman Bendera Pusaka diharapkan dapat menjadi kawasan yang terintegrasi dan memudahkan akses bagi masyarakat. Peletakan batu pertama untuk proyek ini dijadwalkan akan berlangsung pada 8 Agustus mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Relokasi Pedagang Burung di Jakarta: Upaya untuk Kepentingan Publik

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!