BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 11 AGUSTUS 2025 • 12:26 WIB

Israel Rencana Perluasan Operasi Militer di Gaza

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan rencana untuk memperbesar operasi militer di Gaza dengan tujuan menghancurkan dua benteng terakhir Hamas. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kritik internasional terhadap tindakan Israel.

Netanyahu menyatakan bahwa tentara Israel telah diberikan izin untuk menghancurkan dua benteng znac yang berada di Kota Gaza dan Al Mawasi, dengan penekanan untuk segera mengakhiri konflik.

Kendali Militer di Gaza

Dalam konferensi pers di Yerusalem, Netanyahu mengungkapkan bahwa Israel telah menguasai antara 70 hingga 75 persen wilayah Gaza. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa dua benteng signifikan masih perlu dihancurkan, berada di Kota Gaza dan kamp-kamp di Al Mawasi.

Dia menekankan, “Kabinet keamanan Israel telah menginstruksikan IDF untuk menghancurkan dua benteng Hamas yang tersisa di Kota Gaza dan kamp-kamp pusat,” menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil.

Dengan penghancuran ini, Netanyahu percaya bahwa ini merupakan cara efektif untuk mengakhiri perang dengan Hamas secara cepat.

Rencana Operasi Militer

PM Israel tersebut menegaskan bahwa operasi untuk menghancurkan dua benteng tersebut akan dilaksanakan dalam waktu dekat, meskipun tidak memberikan jadwal spesifik. “Saya tidak ingin membahas jadwal pastinya, tetapi kita berbicara dalam jangka waktu yang cukup singkat karena kita ingin mengakhiri perang,” jelasnya.

Meskipun ada kritik dari komunitas internasional, termasuk dari negara sahabat seperti Jerman, Netanyahu menegaskan kesiapan Israel untuk melanjutkan operasi. Ia menyatakan, “Kita akan memenangkan perang, dengan atau tanpa dukungan pihak lain,” menegaskan tekad Israel meskipun ada suara ketidakpuasan.

Netanyahu menekankan bahwa prioritas tetap pada perolehan kemenangan dan keamanan negara di tengah tantangan yang ada.

Keselamatan Warga Sipil

Dalam rangka melindungi warga sipil, Netanyahu mengungkapkan bahwa mereka akan diberikan kesempatan untuk mengungsi dari daerah yang berpotensi berbahaya. “Kita akan melakukannya dengan terlebih dahulu memungkinkan penduduk sipil untuk meninggalkan daerah pertempuran dengan aman ke zona aman yang telah ditentukan,” ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa bagi warga sipil yang memilih untuk meninggalkan daerah tersebut, akan disediakan makanan, air, dan perawatan medis yang memadai. “Di zona aman ini, mereka akan diberikan makanan, air, dan perawatan medis yang cukup,” jelas Netanyahu, menunjukkan perhatian akan kesejahteraan warga sipil yang terpengaruh oleh konflik.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak negatif bagi warga sipil di tengah ketegangan dan ketidakpastian yang ada.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Israel Rencana Perluasan Operasi Militer di Gaza

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!