BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 13 JANUARI 2026 • 17:40 WIB

Keberkahan Malam Isra Miraj dalam Spiritualitas Islam

Keberkahan Malam Isra Miraj dalam Spiritualitas IslamKeberkahan Malam Isra Miraj dalam Spiritualitas Islam

Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW berlangsung dari Masjidil Haram ke Sidratul Muntaha pada malam hari. Pemilihan waktu malam ini menegaskan betapa istimewanya saat tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool, Bursa Transfer Musim Panas Berakhir

Diyakini bahwa malam adalah waktu terbaik bagi umat untuk beribadah, sesuai dengan ajaran dalam Surat Al Isra. Perjalanan ini bukan hanya sejarah, tetapi juga makna spiritual yang mendalam bagi umat Islam.

Makna dan Signifikasi Isra Miraj

Isra Miraj adalah perjalanan spiritual yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Dalam Surat Al Isra ayat 1, terdapat pengakuan terhadap kesucian perjalanan ini: 'Subḥānal-lażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā.'

Waktu malam yang dipilih menunjukkan bahwa malam adalah saat yang penuh berkah untuk beribadah. Hal ini memberi kesempatan lebih bagi hamba untuk merenung dan berdoa, terutama ketika surya terbenam.

Menurut para ulama, kata asra mengindikasikan perjalanan malam, yang semakin menegaskan bahwa Isra terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Makna mendalam ini mengajak umat untuk memahami pentingnya waktu berkualitas dalam beribadah.

Baca juga: Finfluencer: Solusi Modern untuk Memperbaiki Keadaan Finansial

Makna Ta'aruf di Balik Peristiwa Isra

Allah SWT menetapkan Masjidil Haram sebagai titik keberangkatan dan Masjidil Aqsa sebagai tujuan akhir perjalanan. Masjidil Aqsa merupakan tempat bersejarah yang diperuntukkan bagi umat Islam dan menjadi saksi banyak wahyu.

Perjalanan ini sarat makna, menjadi penguat bagi Nabi Muhammad SAW. Dalam perjalanan ini, beliau menyaksikan berbagai tanda kebesaran Allah yang memberikan inspirasi dan kekuatan jiwa.

Para ahli tafsir sepakat bahwa Isra terjadi setelah Nabi diutus menjadi Rasul, tepat pada satu tahun menjelang hijrah ke Madinah. Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan Ilahi dalam misi dakwah beliau.

Tanda-tanda Kebesaran Allah dalam Perjalanan

Selama perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad SAW melihat berbagai keajaiban yang semakin menguatkan imannya. Riwayat ini menggambarkan pengalaman luar biasa yang berlangsung dalam sebuah malam.

Dalam ayat tersebut, tertuang bahwa Allah Maha Mendengar dan Melihat, mengingatkan bahwa tidak ada amal kebaikan yang terlewat dari pengawasan-Nya. Ini menjadi pengingat akan kehadiran Tuhan yang selalu melingkupi kehidupan setiap hamba.

Kebangkitan semangat dan keimanan dalam diri Nabi Muhammad SAW menjadi landasan kuat bagi misi dakwahnya. Keberanian yang ditunjukkan saat menyampaikan wahyu di masa sulit, menjadi refleksi akan kedekatan spiritual seorang hamba kepada Tuhannya.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Keberkahan Malam Isra Miraj dalam Spiritualitas Islam

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!