Peluncuran Indonesia Muslim Travel Index 2025: Meningkatkan Pariwisata Halal
Kementerian Pariwisata bersama Bank Indonesia dan mitra lainnya meluncurkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) untuk tahun 2025, yang bertujuan mengukur kesiapan provinsi dalam menyambut wisatawan Muslim.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR
Indeks ini berperan penting dalam meningkatkan daya saing pariwisata halal, dengan Jawa Barat menduduki peringkat teratas dengan skor 69,6.
Peluncuran IMTI 2025 dianggap sebagai langkah maju dalam meningkatkan kualitas pariwisata halal di Indonesia. Indeks ini menggunakan kerangka kerja ACES (Access, Communication, Environment, Services) untuk menilai daya saing provinsi dalam aspek pariwisata ramah Muslim.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menjelaskan bahwa indeks ini akan menjadi panduan untuk menyelaraskan standar layanan ramah Muslim secara nasional. "Lebih dari sekadar pengukuran, indeks ini akan memandu kami dalam menyelaraskan standar dan sertifikasi sehingga layanan ramah Muslim konsisten secara nasional dan dipercaya oleh wisatawan," ujarnya.
Dengan harapan untuk mengembalikan Indonesia ke peringkat pertama dalam global Muslim travel, indeks ini juga berfungsi sebagai alat penilaian kekuatan dan kelemahan masing-masing provinsi.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Hasil IMTI 2025 menunjukkan lima provinsi teratas untuk pariwisata ramah Muslim, yaitu Jawa Barat, Sumatra Barat, Nusa Tenggara Barat, Aceh, dan Jawa Tengah. Jawa Barat tampil mendominasi dengan skor 69,6, yang mencerminkan peningkatan signifikan dari peringkat sebelumnya.
Menteri Widiyanti Putri menekankan potensi besar Indonesia dalam pariwisata ramah Muslim, mengingat jumlah penduduk Muslim yang mencapai lebih dari 230 juta. "Dengan keunggulan kompetitif yang unik, skala dan potensi tersebut seharusnya menjadikan kita yang terdepan dalam pariwisata ramah Muslim," tegasnya di JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
Provinsi lain seperti Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan juga menunjukkan kesiapan dalam menyediakan layanan bagi wisatawan Muslim, yang semakin memperkuat posisi Indonesia di pasar pariwisata halal global.
Menteri Pariwisata mengidentifikasi tiga area penting yang perlu diperhatikan dalam memperkuat pariwisata ramah Muslim, yakni atraksi, aksesibilitas, dan amenitas. Indonesia memiliki kekayaan budaya Islam yang perlu dipromosikan lebih lanjut.
Meningkatkan konektivitas udara dan kemudahan visa menjadi perhatian utama dalam hal aksesibilitas. "Kami akan memanfaatkan sepenuhnya 36 bandara internasional Indonesia untuk menghubungkan lebih banyak pengunjung langsung ke destinasi wisata di seluruh nusantara," ungkap Widiyanti.
Selain itu, memastikan ketersediaan 309 ribu masjid dan 376 ribu musala di berbagai lokasi juga penting. "Kami juga memperluas cakupan produk bersertifikat halal, sehingga wisatawan merasa terjamin dalam standar layanan ramah Muslim," tambahnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: