Kamis, 29 JANUARI 2026 • 14:31 WIB

Lonjakan Pengunduhan Aplikasi UpScrolled Pasca Pergantian Kepemilikan TikTok

Author

Lonjakan Pengunduhan Aplikasi UpScrolled Pasca Pergantian Kepemilikan TikTok

Aplikasi media sosial UpScrolled mengalami lonjakan unduhan menyusul pergantian kepemilikan TikTok di Amerika Serikat. Dalam waktu singkat dari Kamis hingga Sabtu pekan lalu, aplikasi ini tercatat menggapai 41.000 unduhan, setara dengan sepertiga dari total unduhan sejak diluncurkan.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Latar Belakang Aplikasi UpScrolled

UpScrolled didirikan pada Juli 2025 oleh Issam Hijazi, seorang insinyur dengan latar belakang dari Palestina, Yordania, dan Australia. Sebelum merintis UpScrolled, Hijazi memiliki pengalaman di perusahaan teknologi internasional seperti IBM, Oracle, dan Hitachi.

Misi UpScrolled adalah menciptakan ruang digital yang memberikan kebebasan berekspresi tanpa intervensi algoritma tersembunyi. Dengan fitur unggulan untuk berbagi foto, video, dan teks, aplikasi ini menggabungkan elemen dari Instagram dan X dengan klaim menawarkan transparansi yang lebih baik kepada penggunanya.

Dampak Pergantian Kepemilikan TikTok

Perubahan kepemilikan TikTok yang baru dikhususkan bagi konsorsium investor non-China berdampak langsung pada popularitas UpScrolled. Sekarang, TikTok beroperasi sebagai usaha patungan yang dimiliki mayoritas oleh investor Amerika, dengan ByteDance hanya memegang kurang dari 20 persen saham.

Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Menurut laporan TechCrunch, tiga investor kunci dalam usaha patungan tersebut adalah Oracle, Silver Lake, dan MGX dari Abu Dhabi, dengan masing-masing menguasai sekitar 15 persen saham. Pemegang saham baru ini menciptakan keraguan di kalangan pengguna terkait kebijakan privasi dan moderasi konten yang dihadapi.

Alternatif dan Respons Pengguna

Pengguna yang khawatir dengan kebijakan baru TikTok mulai mencari alternatif seperti UpScrolled. Dalam keterangan resminya, Hijazi menyatakan bahwa tujuan aplikasi ini adalah untuk memberikan kembali kendali kepada pengguna daripada kepada korporasi besar.

UpScrolled menekankan bahwa mereka tidak menerapkan praktik shadowban, di mana konten pengguna dibatasi secara tersembunyi. Transparansi dalam algoritma dan kebijakan konten menjadi salah satu prinsip utama yang digaungkan oleh platform ini.

Fenomena ini menunjukkan dinamika yang terjadi di dunia media sosial, di mana harapan dan kekhawatiran pengguna dapat membentuk pilihan platform. Isu privasi data dan kebebasan berekspresi telah menjadi pilar penting dalam keputusan pengguna untuk memilih aplikasi sosial.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU