Saat lelah, banyak orang tiba-tiba merasa ingin mengonsumsi makanan manis. Ini bukan hanya kebetulan, tetapi ada penjelasan ilmiah di balik fenomena ini.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Makanan manis dapat memberikan dorongan energi cepat, sehingga sering kali dipilih sebagai solusi saat tubuh merasa lemah.
Peran Gula dalam Energi Tubuh
Gula merupakan salah satu sumber energi yang paling cepat diserap oleh tubuh. Ketika dikonsumsi, glukosa dengan segera masuk ke aliran darah, memberikan dorongan energi singkat.
Proses ini menjadi sangat penting pada saat kelelahan, terutama setelah menjalani aktivitas berat. Gula memastikan otak dan otot mendapatkan energi yang diperlukan untuk berfungsi dengan baik.
Baca juga: Mencintai Diri Sendiri: Pentingnya Self Love dalam Kehidupan Sehari-hari
Efek Psikologis Makanan Manis
Tidak sekadar memberikan energi, makanan manis juga dapat memengaruhi suasana hati. Saat merasa lelah dan stres, konsumsi makanan manis dapat memberikan rasa nyaman karena meningkatkan produksi hormon serotonin.
Serotonin adalah hormon yang berperan dalam mengatur perasaan bahagia. Inilah alasan mengapa makanan manis kerap disebut sebagai 'comfort food' yang bisa menghibur saat berada dalam keadaan lelah.
Implikasi Kesehatan dari Kebiasaan Ini
Walaupun menggiurkan, kebiasaan mengonsumsi gula sebagai respon terhadap kelelahan tidak sepenuhnya sehat. Terlalu banyak gula dapat menyebabkan lonjakan energi yang diikuti penurunan mendadak, atau dikenal dengan istilah 'sugar crash'.
Selain itu, terbiasa mengandalkan makanan manis untuk mengatasi kelelahan bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan, seperti diabetes dan obesitas. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pola makan dan mencari alternatif yang lebih sehat.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: