Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 18:37 WIB

Kesehatan di Balik Makanan Viral: Apa yang Perlu Diketahui?

Author

Kesehatan di Balik Makanan Viral: Apa yang Perlu Diketahui?

Dalam beberapa tahun terakhir, makanan viral banyak menarik perhatian dengan tampilan yang menggiurkan. Namun, tidak semua makanan ini baik untuk kesehatan meskipun terlihat lezat dan menarik.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Melanjutkan Perjalanan ke China Usai Kerusuhan

Banyak variasi makanan yang diminati tidak menyadari risiko yang mungkin mereka hadapi akibat kandungan yang tidak sehat dalam makanan tersebut.

Makanan Viral yang Populer

Salah satu makanan yang sempat viral adalah mie keju yang diracik dengan aneka topping menggiurkan. Meskipun terlihat lezat, yang perlu diperhatikan adalah banyak mie ini mengandung natrium tinggi dan lemak jenuh yang tidak baik bagi kesehatan jantung.

Selain mie keju, dessert ekstrem seperti es krim monster yang dipenuhi dengan candy dan cokelat berlebihan juga sangat populer. Meski menggoda, makanan ini kaya akan gula tambahan yang dapat berkontribusi terhadap risiko diabetes dan masalah kesehatan lainnya.

Makanan viral sering kali menjadi tren di media sosial, tetapi banyak pelanggan yang tidak menyadari risiko kesehatan yang mungkin mereka ambil. Di balik kelezatan yang nampak, terdapat banyak efek buruk yang mengancam kesehatan jangka panjang.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja Dari Rumah untuk ASN

Bahan-Bahan yang Perlu Diperhatikan

Seringkali, makanan viral ini mengandung bahan-bahan tidak sehat, seperti pemanis buatan dan pengawet. Contohnya, penggunaan sirup fruktosa tinggi pada beberapa minuman kekinian dapat meningkatkan risiko obesitas.

Bukan hanya itu, konsumsi makanan ringan yang mengandung MSG dapat menjadi hal yang menggoda. Meski memberikan rasa yang lebih, konsumsi berlebihan MSG dapat menyebabkan reaksi alergi dan berpotensi merugikan kesehatan.

Para ahli gizi memperingatkan bahwa bahan-bahan ini tidak hanya merugikan individu, tetapi juga bisa berdampak negatif bagi populasi secara umum jika kebiasaan ini terus berlanjut.

Dampak Jangka Panjang

Makanan yang terlihat menarik di media sosial seringkali tidak memperhitungkan sisi kesehatannya. Konsumsi berkelanjutan dari makanan tinggi gula, lemak, dan kalori dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seiring berjalannya waktu.

Beberapa restoran bahkan terpaksa mengurangi atau menghentikan menu tertentu setelah banyaknya keluhan kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa apa yang sempat viral tidak selalu berarti baik untuk dimakan.

Kesadaran akan menu sehat ini perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat memilih makanan yang tidak hanya enak tetapi juga baik untuk kesehatan.

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU