Pernahkah kamu mendengar suara aneh dari perutmu saat lapar? Suara itu, yang disebut 'keroncongan', ternyata memiliki penjelasan dan bukan sekadar suara kosong.
Baca juga: Deddy Mahendra Desta Dukung Tuntutan 17+8 di Tengah Kontroversi
Ketika perut berbunyi, artinya sistem pencernaan kita sedang aktif, meskipun belumnya diisi makanan. Mari kita telusuri lebih dalam mengenai fenomena ini.
Penyebab Suara Keroncongan
Suara keroncongan dihasilkan oleh gerakan usus ketika mencerna makanan. Saat lapar, tubuh mulai bersiap untuk menerima makanan, dan usus menjadi lebih aktif.
Ketika perut kosong, gas dan cairan di dalam usus bergerak dan menghasilkan suara tersebut. Proses ini merupakan bagian dari fungsi normal sistem pencernaan.
Beberapa faktor juga dapat membuat suara ini lebih terdengar, termasuk makanan yang kita konsumsi sebelumnya dan berapa lama kita tidak makan.
Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU
Peran Hormon dalam Proses ini
Ketika perut mulai merasa lapar, tubuh kita memproduksi hormon bernama grelin. Hormon ini memberi sinyal untuk makan sekaligus merangsang aktivitas usus.
Grelin menyebabkan kontraksi pada dinding perut, yang menghasilkan suara keroncongan. Semakin banyak hormon yang diproduksi, semakin aktif pula pergerakan usus.
Oleh karena itu, suara perut bukan sekadar tanda lapar, tetapi juga menunjukkan bahwa tubuh mempersiapkan diri untuk mencerna makanan.
Kapan Suara ini Kerap Terjadi?
Suara keroncongan umumnya lebih terdengar ketika kita sudah lama tidak makan, seperti setelah melewatkan sarapan atau saat berpuasa. Namun, suara ini juga dapat muncul setelah kita makan.
Jika makanan yang kita konsumsi berat untuk dicerna, perut akan berbunyi, menandakan kerja keras sistem pencernaan.
Selain itu, kondisi emosional, seperti stres atau cemas, dapat meningkatkan aktivitas usus dan membuat perut berbunyi.
Baca juga: Google Tanggapi Isu Keamanan Gmail Terkait Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: