Makanan fermentasi kini semakin diminati oleh masyarakat yang peduli kesehatan. Popularitasnya tidak terlepas dari manfaatnya yang luar biasa bagi sistem pencernaan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Merayakan 80 Tahun Kemenangan Perang
Berkat proses fermentasi yang melibatkan mikroorganisme, makanan seperti yogurt, kimchi, dan tempe kini diakui sebagai bagian penting dari pola makan sehat.
Mengapa Makanan Fermentasi Penting?
Proses fermentasi makanan dilakukan dengan bantuan mikroorganisme, seperti bakteri dan ragi, yang meningkatkan cita rasa dan kandungan nutrisi. Makanan fermentasi berperan penting dalam mendukung populasi bakteri baik di dalam usus.
Keseimbangan flora usus sangat berpengaruh terhadap kesehatan pencernaan dan sistem kekebalan tubuh. Diet tinggi makanan fermentasi dapat mengurangi masalah pencernaan, seperti kembung, sembelit, dan diare.
Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan fermentasi juga dapat meningkatkan penyerapan nutrisi, seperti kalsium dan magnesium, yang lebih mudah diserap oleh tubuh.
Berbagai Jenis Makanan Fermentasi
Di Indonesia, tempe dan tauco merupakan contoh makanan fermentasi yang terkenal. Tempe berasal dari kedelai yang difermentasi, sedangkan tauco adalah pasta kedelai yang telah difermentasi.
Baca juga: Direktur Lokataru Ditangkap, Polda Metro Jaya Tegaskan Dugaan Penghasutan Anarkistis
Yogurt juga dikenal luas sebagai makanan fermentasi yang kaya akan probiotik. Probiotik merupakan bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan flora usus.
Kimchi, makanan fermentasi asal Korea, mendapat perhatian karena memiliki banyak manfaat kesehatan. Selain kaya akan probiotik, kimchi juga mengandung vitamin dan mineral berkat penggunaan sayuran dalam pembuatannya.
Sebelum mengonsumsi makanan fermentasi, penting untuk memastikan bahwa produk tersebut masih mengandung budaya hidup. Proses pasteurisasi pada produk komersial dapat menghilangkan manfaat probiotik.
Cara Memasukkan Makanan Fermentasi dalam Diet Sehari-hari
Menambah makanan fermentasi dalam diet cukup sederhana. Misalnya, yogurt bisa dijadikan topping untuk smoothie atau salad, memberikan tambahan rasa dan nutrisi.
Kimchi dapat berfungsi sebagai pelengkap hidangan utama atau camilan sehat untuk pencinta masakan pedas. Keberagaman kimchi memungkinkan kreasi kuliner yang beragam.
Tempe juga sangat fleksibel; dapat digoreng, direbus, atau diolah menjadi burger vegetarian yang kaya protein. Olahan ini memberikan variasi dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
Disarankan untuk memulai dengan porsi kecil saat menambahkan makanan fermentasi ke dalam diet untuk memudahkan adaptasi tubuh, sehingga dapat mengurangi risiko efek samping seperti gas atau kembung.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: