Kamis, 23 OKTOBER 2025 • 11:07 WIB

Waktu Terbaik Mengonsumsi Kopi untuk Meningkatkan Suasana Hati

Author

Waktu Terbaik Mengonsumsi Kopi untuk Meningkatkan Suasana Hati

Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan waktu terbaik untuk mengonsumsi kopi agar dapat meningkatkan suasana hati. Penelitian ini dilaksanakan oleh Bielefeld University dan Warwick University dan dipublikasikan dalam jurnal Nature.

Baca juga: Lee Min-sung Ajak Timnas Korea Selatan U-23 Siap Bersaing di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Metode Penelitian dan Temuan

Dalam penelitian ini, peserta diminta melaporkan suasana hati mereka dan konsumsi minuman berkafein dalam 90 menit sebelumnya. Peneliti mencatat tidak adanya perbedaan pada individu dengan tingkat konsumsi kafein yang berbeda, meskipun ada harapan bahwa kafein akan mempengaruhi orang dengan kecemasan lebih tinggi secara negatif.

Justin Hachenberger, salah satu peneliti dari Bielefeld University, menyatakan, 'Kami agak terkejut karena tidak menemukan perbedaan antara individu dengan tingkat konsumsi kafein yang berbeda.' Hal ini menunjukkan bahwa efek kafein lebih universal dibanding yang diperkirakan sebelumnya.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Kafein dan Suasana Hati Pagi Hari

Penelitian menunjukkan bahwa kafein memiliki efek signifikan dalam meningkatkan suasana hati, terutama di pagi hari. 'Kafein bekerja dengan memblokir reseptor adenosin, yang dapat meningkatkan aktivitas dopamin di area otak utama,' jelas Profesor Anu Realo dari Warwick University.

Kafein tidak hanya membuat seseorang merasa lebih terjaga, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mendorong peneliti untuk menyelidiki lebih jauh tentang hubungan antara waktu konsumsi kafein dan efeknya terhadap mood.

Risiko dan Peringatan dalam Konsumsi Kafein

Meski kafein dapat meningkatkan suasana hati, terdapat risiko terkait dengan ketergantungan dan efek samping dari konsumsi berlebihan. 'Meskipun kopi meningkatkan suasana hati, konsumsi kafein di sore hari dapat menyebabkan masalah tidur,' ungkap para peneliti.

Profesor Sakari Lemola menambahkan bahwa sekitar 80 persen orang dewasa di seluruh dunia mengonsumsi minuman berkafein, dan potensi risiko kesehatan menjadi perhatian penting dalam pola konsumsi ini.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi yang Terluka

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU