Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 16:08 WIB

Evolusi Athleisure dalam Lingkungan Kerja di Indonesia

Author

Evolusi Athleisure dalam Lingkungan Kerja di Indonesia

Athleisure office look sedang menjadi tren di Indonesia, menggabungkan kenyamanan olahraga dengan kesan profesional di tempat kerja.

Baca juga: Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online: Komnas HAM temukan Pelanggaran Hak Asasi Manusia

Fenomena ini semakin diterima oleh berbagai kalangan, baik pekerja kantoran maupun perusahaan start-up, seiring dengan perubahan norma berpakaian.

Latar Belakang Athleisure dalam Dunia Kerja

Athleisure muncul sebagai tren mode dalam beberapa tahun terakhir, dengan pakaian yang dirancang untuk olahraga kini diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Di Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung, tren ini mulai terlihat jelas dengan banyaknya perusahaan yang mengizinkan karyawannya mengenakan busana santai.

Perubahan ini merupakan respons terhadap kebutuhan generasi muda yang mengutamakan kenyamanan berpakaian di lingkungan profesional.

Seiring dengan berjalannya waktu, athleisure mulai merambah ke lingkungan kerja, menciptakan kebijakan baru terkait dress code yang lebih fleksibel di beberapa kantor.

Elemen Penting dalam Athleisure Office Look

Membangun athleisure office look memerlukan pemilihan pakaian yang nyaman dan memiliki kesan formal, seperti blazer sporty, celana jogger, dan sepatu sneakers.

Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata

Padu padan antara pakaian olahraga dan elemen profesional harus dilakukan secara hati-hati agar tetap terlihat rapi dan terawat.

Contoh pilihan fashion yang baik adalah mengombinasikan celana jogger dengan kemeja berkualitas dan blazer sederhana.

Perhatian pada pemilihan warna dan bahan juga menjadi penentu, di mana warna netral atau pastel dapat membuat tampilan lebih profesional, sementara bahan bernapas memberikan kenyamanan.

Dampak Athleisure Terhadap Etika Berpakaian

Tren athleisure telah membawa transformasi dalam etika berpakaian di tempat kerja, menunjukkan pergeseran norma yang mengatur cara berpakaian di kantor.

Perusahaan yang mendukung penggunaan athleisure cenderung menciptakan atmosfer kerja lebih santai dan inklusif, berpotensi meningkatkan produktivitas dan kebahagiaan karyawan.

Meskipun demikian, tidak semua jenis athleisure sesuai untuk semua jenis pekerjaan, dan karyawan diharapkan memilih pakaian yang mencerminkan peran serta tanggung jawab mereka.

Penting untuk memastikan bahwa pilihan pakaian tetap memperhatikan konteks kerja agar tidak mengesampingkan profesionalisme.

Baca juga: Presiden Prabowo Temui Pimpinan Serikat Pekerja Bahas Aksi Demonstrasi dan RUU

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Ajeng

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU