Mengapa Banyak Orang Kesulitan Menghargai Diri Sendiri?
Menghargai diri sendiri adalah salah satu aspek penting dalam kesejahteraan individu, namun praktik ini masih sulit dilakukan oleh banyak orang.
Baca juga: Adrian Wibowo: Sejarah Pemain Indonesia-Amerika di Major League Soccer
Berbagai faktor, termasuk lingkungan dan pengalaman masa lalu, berkontribusi pada kesulitan ini.
Lingkungan sekitar, termasuk keluarga, teman, dan media sosial, sangat memengaruhi pengembangan harga diri seseorang.
Komentar negatif atau standar yang tinggi dapat memberi tekanan sehingga individu merasa perlu memenuhi ekspektasi yang tidak realistis.
Banyak orang muda kini merasa bahwa penampilan fisik mereka menjadi ukuran nilai diri, yang pada akhirnya berujung pada perasaan tidak pernah cukup baik.
Sebagaimana dinyatakan oleh seorang pakar psikologi, "Kita cenderung membangun persepsi diri berdasarkan bagaimana orang lain melihat kita, yang sering kali bisa menjadi tidak adil."
Pengalaman masa lalu, termasuk pengalaman negatif seperti bullying, dapat meninggalkan dampak mendalam pada pembentukan harga diri.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta
Individu yang pernah mengalami trauma atau penolakan cenderung mengalami kesulitan dalam mengakui nilai diri mereka.
Sebagaimana diungkapkan oleh seorang terapis, "Pengalaman buruk bisa mengakibatkan perasaan rendahnya diri yang berlanjut hingga dewasa, mempengaruhi semua aspek kehidupan seseorang."
Walaupun proses pemulihan dari pengalaman-pengalaman tersebut tidak mudah, penting untuk membangun kembali rasa harga diri yang hilang.
Di era digital saat ini, kehadiran informasi dari berbagai platform sering kali membuat kita membandingkan diri dengan orang lain.
Standar yang ditetapkan oleh influencer dan selebritis kadang membuat kita lupa bahwa kehidupan yang ditampilkan di media sosial tidak selalu mencerminkan kenyataan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: