Menggambar dan Melukis: Terapi Kreatif untuk Kesehatan Mental
Di tengah rutinitas yang padat, menggambar dan melukis terbukti efektif untuk mengurangi stres.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Aktivitas ini merangsang kreativitas dan membantu tubuh menurunkan hormon stres, kortisol.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal American Art Therapy Association pada tahun 2016 menunjukkan bahwa peserta yang terlibat dalam kegiatan seni bersama terapis mengalami penurunan tingkat kortisol yang signifikan.
Ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi alat yang efektif dalam meredakan tekanan mental dan meningkatkan kesehatan mental secara keseluruhan.
Meskipun banyak yang merasa tidak berbakat, menggambar tidak memerlukan keahlian khusus agar dapat memberikan manfaat.
Keberanian untuk memulai aktivitas ini menjadi kunci untuk merasakan manfaatnya.
Ilustrator Chenny Aviana menyarankan pemula untuk mulai dengan objek-objek sederhana yang disukai.
Baca juga: Kericuhan Memanas di Bandung: Penjelasan Terkait Insiden Gas Air Mata
Ia berpendapat, tahap awal tidak perlu berfokus pada kemampuan teknis, melainkan pada kebiasaan untuk mulai bergerak.
'Jadi eksplor aja semau kamu, sebisa kamu. Sampai kamu nemuin art style yang bener-bener kamu suka,' ucap Chenny, menjelaskan pentingnya eksplorasi.
Menemukan gaya seni yang sesuai adalah bagian dari proses yang dapat memperkaya pengalaman menggambar.
Seni adalah aktivitas yang sangat subjektif; oleh karena itu, pemula sebaiknya tidak merasa tertekan oleh ekspektasi hasil.
Ilustrator Saskia Gita Sakanti menekankan bahwa proses kreasi jauh lebih penting daripada hasil akhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: