BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Kamis, 20 NOVEMBER 2025 • 11:13 WIB

Meningkatnya Penyakit Autoimun di Indonesia: Apa Penyebabnya?

Meningkatnya Penyakit Autoimun di Indonesia: Apa Penyebabnya?Meningkatnya Penyakit Autoimun di Indonesia: Apa Penyebabnya?

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia menghadapi peningkatan kasus penyakit autoimun, termasuk lupus dan rheumatoid arthritis. Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya tentang penyebab dan faktor pendorong di balik fenomena ini.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Aksi Demo Ricuh di Jakarta

Penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor pemicu yang berkontribusi pada peningkatan penyakit ini, sehingga penting untuk memahami agar dapat melakukan langkah pencegahan yang tepat.

Faktor Genetik dan Keluarga

Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap penyakit autoimun adalah faktor genetik. Jika ada anggota keluarga yang menderita penyakit autoimun, risiko untuk terkena penyakit serupa menjadi lebih tinggi.

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 100 jenis penyakit autoimun, dan kecenderungan genetik dapat memicu munculnya penyakit ini di dalam keluarga. Namun, meskipun ada faktor genetik, tidak semua orang dengan riwayat keluarga akan pasti mengalaminya.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis

Lingkungan dan Polusi

Faktor lingkungan juga memiliki peranan penting dalam peningkatan penyakit autoimun. Polusi udara, bahan kimia, dan paparan racun dapat mempengaruhi sistem imun seseorang.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa paparan substansi berbahaya seperti pestisida dan logam berat dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit autoimun. Di kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta, tingkat polusi semakin tinggi, yang dapat berkontribusi pada masalah kesehatan jangka panjang.

Stres dan Gaya Hidup

Stres merupakan faktor yang sering diabaikan tetapi berpengaruh besar pada kesehatan, termasuk kesehatan imun. Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, sistem kekebalan tubuhnya bisa terganggu.

Di era modern ini, banyak orang hidup dengan tekanan kerja dan tantangan sehari-hari yang menguras emosi. Gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik, juga dapat memperburuk kondisi kesehatan dan berpotensi memicu penyakit autoimun.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Meningkatnya Penyakit Autoimun di Indonesia: Apa Penyebabnya?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!