Fenomena Mencari Validasi: Mengapa Kita Harus Berhenti
Dalam era media sosial saat ini, banyak orang terjebak dalam pencarian validasi dari orang lain yang sebenarnya tidak peduli. Mencari pengakuan ini bisa berakibat buruk bagi kesehatan mental dan emosional kita.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR
Kita sering kali merasakan tekanan untuk mendapatkan perhatian dari orang yang tidak menghargai kita, yang dapat mengganggu kesejahteraan psikologis dan moral. Mari kita bahas lebih dalam tentang fenomena ini.
Mencari validasi bukanlah hal yang sepenuhnya buruk; ini adalah bagian dari sifat manusia. Menurut psikolog, kita sebagai makhluk sosial alami mencari penerimaan agar merasa dihargai dan diakui.
Namun, mencari validasi dari orang yang tidak peduli sering kali berakar dari rasa tidak percaya diri. Ketika kita meragukan nilai diri kita, pandangan orang lain bisa terasa sangat penting.
Media sosial memperparah kondisi ini dengan menampilkan kehidupan yang ideal. Kita cenderung membandingkan diri dengan orang lain, mencari 'like' dan komentar positif, dan saat itu tidak didapat, kita bisa merasa sangat kecewa.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Diduga Lakukan Provokasi Anarkis
Menjaga hubungan dengan orang yang tidak peduli dapat memiliki dampak yang merugikan kesehatan mental kita. Kita menjadi merasa tertekan dan tidak berharga ketika pengakuan yang kita cari tidak kunjung datang.
Kekecewaan ini sering kali memicu usaha lebih keras untuk mendapatkan perhatian dari orang lain. Ini menciptakan siklus yang tak berujung di mana pencarian validasi tidak membawa kepuasan.
Sebuah studi menunjukkan bahwa individu yang bergantung pada validasi dari orang lain memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi dan merasa kurang bahagia. Validasi yang sehat seharusnya berasal dari dalam diri sendiri, bukan dari orang lain.
Menyadari bahwa validasi yang kita cari dapat mengalihkan perhatian dari tujuan hidup merupakan langkah awal yang penting. Kita perlu belajar untuk mencintai diri sendiri dan menemukan nilai dari dalam.
Ada banyak cara untuk mengganti kebiasaan ini. Misalnya, dengan fokus pada pencapaian pribadi dan dikelilingi oleh orang-orang yang mendukung, kita dapat mengambil langkah positif.
Ketika kita mengalihkan perhatian dari pencarian pengakuan orang lain, kita akan menemukan lebih banyak kebahagiaan dan kepuasan dalam diri sendiri. Ini bukan tentang menyenangkan orang lain, melainkan tentang mencintai diri kita sendiri.
Baca juga: Mengubah Kamar Kecil Menjadi Ruang Cozy Dengan Beberapa Trik Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: