Pengaruh Influencer Parenting dalam Era Digital di Indonesia
Perkembangan teknologi dan media sosial telah merubah pola pengasuhan di Indonesia, menjadikan influencer parenting sebagai sumber informasi yang signifikan bagi keluarga modern.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa BEM SI Dipastikan Digelar pada 2 September 2025
Platform-platform seperti Instagram dan TikTok tidak hanya menawarkan panduan, tetapi juga gaya hidup keluarga yang inspiratif, yang semakin menarik perhatian orang tua muda.
Influencer parenting adalah individu yang memiliki pengaruh di media sosial, berbagi konten berkaitan dengan pengasuhan anak dan kehidupan sehari-hari. Mereka sering merangkai pengalaman pribadi dengan saran praktis, sehingga banyak orang tua merasa terhubung.
Banyak influencer berkolaborasi dengan merek produk anak-anak atau layanan keluarga, membantu meningkatkan kesadaran konsumen mengenai pilihan yang ada. Konten berkualitas dari mereka menjadi sumber informasi bagi orang tua yang mencari solusi atas masalah parenting.
Di Indonesia, fenomena ini menjangkau berbagai kalangan, mulai dari selebritas hingga profesional biasa. Semua berupaya untuk berbagi pengalaman dan saran demi kehidupan keluarga yang lebih baik.
Baca juga: Menjelajahi Lima Kota Ramah untuk Liburan Sendirian di Indonesia
Platform media sosial seperti Instagram dan TikTok memberikan ruang bagi influencer parenting untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Fitur-fitur visual dan interaktif memungkinkan orang tua menyerap informasi dengan cara yang menarik.
Video pendek mengenai rutinitas harian dan aktivitas edukatif menjadi sangat populer. Konten ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan alternatif praktis untuk diterapkan di rumah.
Penting bagi orang tua untuk menyaring informasi yang diberikan, memastikan bahwa saran yang diterima berasal dari sumber yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu dampak positif dari fenomena ini adalah meningkatnya kesadaran akan dukungan sosial dalam pengasuhan anak. Influencer sering mendorong orang tua untuk berbagi pengalaman dan memperkuat jaringan komunitas keluarga.
Namun, tantangan signifikan juga muncul. Ketidakpastian mengenai akurasi informasi dapat menimbulkan kebingungan, dan orang tua mungkin merasakan tekanan sosial untuk mengikuti semua tren baru dari influencer.
Selain itu, pengalaman yang dibagikan sering kali hanya menampilkan sisi positif kehidupan, menciptakan ekspektasi yang tidak realistis. Kesadaran kritis sangat dibutuhkan agar orang tua dapat menyikapi informasi yang diterima dengan bijak.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Tantangan, dan Tips Keamanan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: