Terapi ikan, yang juga dikenal dengan istilah fish pedicure, merupakan salah satu teknik perawatan kulit menggunakan ikan untuk menghilangkan sel-sel kulit yang sudah mati. Metode ini memberikan pengalaman unik, di mana ikan kecil akan bergerak di sekitar kaki, dengan tujuan untuk menjadikan kulit lebih halus.
Terapi ikan dikenal sebagai cara alami yang menyenangkan untuk merawat kesehatan kaki. Dalam proses ini, ikan akan mengonsumsi sel-sel kulit yang telah mati, yang dikenal dapat meningkatkan kualitas kulit secara keseluruhan.
Terlepas dari daya tariknya, terapi ikan juga mengandung berbagai risiko yang tidak boleh diabaikan. Salah satu risiko tersebut adalah infeksi yang dapat muncul jika dilakukan pada kulit yang mengalami cedera.
Ahli kesehatan memperingatkan bahwa risiko serius, termasuk kemungkinan amputasi, dapat terjadi akibat infeksi yang disebabkan oleh terapi ini.
Ada sejumlah kondisi medis yang membuat seseorang sebaiknya menghindari terapi ikan. Individu yang memiliki luka terbuka pada kaki disarankan untuk tidak mengikuti terapi ini, karena meningkatnya risiko infeksi.
Selain itu, orang dengan diabetes yang tidak terkontrol juga berada dalam kategori yang berisiko tinggi, karena luka yang terjadi bisa menyebabkan komplikasi yang serius seperti infeksi yang lebih luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: