Film horor terbaru Netflix, 'Abadi Nan Jaya' atau dikenal secara global sebagai 'The Exiles', menarik perhatian karena inovasinya dalam menghadirkan genre zombie dengan nuansa lokal Indonesia yang kuat.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru Peroleh Sorotan Tajam dari Komnas HAM dan DPR
Sutradara Timo Tjahjanto, dalam konferensi pers, menyatakan bahwa film ini dirancang untuk memperkenalkan kearifan lokal Indonesia kepada dunia melalui latar, musik, dan elemen budaya yang kaya.
Inovasi dalam Cerita dan Produksi
Salah satu aspek paling menarik dari 'Abadi Nan Jaya' adalah penggambaran unik penyebab virus zombie yang diambil dari ramuan jamu berbahan dasar tanaman kantong semar. Hal ini tidak hanya menambah kedalaman cerita, tetapi juga mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.
Sutradara Timo Tjahjanto mengungkapkan bahwa atribut budaya seperti musik dangdut dan elemen tradisional lainnya dimasukkan untuk memberikan konteks yang lebih dalam pada penonton global.
Dengan penggunaan lokasi rural Indonesia, film ini tidak hanya berusaha menjadi hiburan tetapi juga sebagai promosi kearifan lokal, mengajak penonton dari berbagai belahan dunia untuk mengenal Indonesia lebih dekat.
Baca juga: Kunto Aji Serukan Tanggung Jawab Anggota DPR dan Kesadaran Masyarakat
Kualitas Visual yang Mengesankan
Film ini menonjolkan kualitas gerakan dan makeup para zombie yang dibedakan oleh pelatihan intensif yang dilakukan selama enam bulan. Koreografer Bobby dan penata rias Astrid memimpin tim dalam menciptakan gerakan zombie yang unik dan konsisten.
Lebih dari 200 pemeran zombie dilatih untuk menunjang kualitas visual, di mana gerakan mereka dipengaruhi lokasi gigitan pertama pada tubuh. Hal ini menciptakan pengalaman menonton yang lebih menarik dan imersif.
Teknik vokal yang meniru suara orang yang demam juga ditambahkan untuk memberikan efek yang lebih menakutkan, menciptakan suasana tegang saat penonton menyaksikan adegan-adegan kunci.
Pengalaman Para Aktor dan Potensi Sekuel
Proses syuting dijelaskan para aktor sebagai sangat menguras fisik, terutama dalam bertransformasi menjadi zombie. Para aktor harus melakukan persiapan gerakan yang kompleks dan memerlukan dedikasi tinggi.
Dimas, salah satu aktor, menyampaikan bahwa peran zombie jauh lebih sulit dibandingkan peran manusia biasa, mengingat pentingnya konsistensi dalam gerakan dan fokus meski untuk adegan yang berkepanjangan.
Timo Tjahjanto menyatakan bahwa kemungkinan sekuel dari film ini tergantung pada penerimaan penonton, serta penilaian positif yang diterima di platform Netflix.
Baca juga: Staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba, Meninggal Dunia Akibat Penembakan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: