Fenomena Karakter Anti-Hero dan Daya Tariknya di Generasi Z
Karakter anti-hero kini menjadi ikon di kalangan Generasi Z, mendapatkan banyak perhatian dalam film, game, dan media sosial.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Perlu Perlakuan Istimewa di DPR
Ketertarikan ini menimbulkan pertanyaan mengenai daya tarik mereka yang melampaui norma-norma konvensional.
Karakter anti-hero biasa digambarkan sebagai individu yang mengambil tindakan tidak konvensional untuk mencapai tujuannya.
Berbeda dengan pahlawan klasik yang selalu bertindak benar, karakter-karakter ini membawa sebuah nuansa moral yang lebih kompleks.
Contoh nyata dari karakter anti-hero adalah Deadpool atau Walter White dari 'Breaking Bad'.
Meskipun mereka memiliki sifat yang tidak ideal, penonton tetap mampu merasakan kedalaman emosi dan perjuangan mereka.
Salah satu alasan ketertarikan Generasi Z terhadap karakter anti-hero adalah sifat relatabilitas mereka.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung Berujung Penembakan Gas Air Mata oleh Pengamanan
Dalam rutinitas sehari-hari, banyak tekanan dan harapan yang dihadapi generasi ini, mirip dengan keadaan yang dialami oleh karakter anti-hero.
David L. Tan, seorang peneliti di bidang media, menyatakan bahwa 'Karakter anti-hero mirip dengan refleksi diri, di mana seseorang bisa melihat perjuangan serta ketidakpastian dalam hidup mereka.'
Hal ini menjadikan karakter tersebut seolah menjadi gambaran dari perjuangan yang dirasakan oleh banyak orang.
Media sosial berperan besar dalam menyebarkan popularitas karakter anti-hero ini.
Platform-platform seperti TikTok dan Instagram banyak digunakan untuk membagikan konten yang berkaitan dengan karakter-karakter ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: